RSS

bulan desember



            Bulan desember, seperti hari-hari kemarin, juga hari ini, dan mungkin juga hari-hari berikutnya, langit akan terus memuntahkan tangisnya. Jika matahari sudah naik sepenggalan, maka sudah hampir bisa dipastikan wajahnya akan mulai mengerut muram dan mendung akan berarak membungkus serta melenyapkan dari penglihatan. Memaksanya terisak, kadang sedu-sedanya begitu kencang, tetapi hanya beberapa saat dan berangsur tenang. Namun ada kalanya ia menangis sepanjang siang, merambat sore dan berlanjut di malam harinya mengembuskan hawa dingin yang merasuk tulang-belulang, mengiriskan batin dan membuaikan romantisme-romantisme yang tak muncul saat hari terang, ya, terkadang hujan membangkitkan kenangan. Terkadang kenangan indah yang datang, tetapi disaat  lain kenangan yang menyedihkan, bahkan membangkitkan kembali cerita yang terpendam dalam kurun waktu yang lama. Hujan telah mengelontarkan berbagai cerita dari bilik benak manusia. Ia dapat membasuh luka, menyiramnya tak bersisa, atau sebaliknya, menyirami dan menumbuhkan sesuatu, baik sesuatu yang baru maupun yang telah mati lama.







Ambhita Dhiyaningrum

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ketika angan itu tak sampai





Ketika semua anganku tak dapat lagi ku temukan
ketika semua angganku tak akan pernah terjadi
mungkin saat itu kau tak akan ada lagi dalam duniaku
aku akan pergi dan menjauh darimu
semua yang aku inginkan semua yang aku bayangkan 
hanya membuat hati semakin terluka.
Satu tetes air mata hanya akan sia-sia
berakhir tanpa kata
tanpa senyuman 
tanpa kata perpisahan semua berakhir dengan sia-sia.
Dan ketika keterpurukan itu hadir
dengan tangkas aku harus membuangnya
melangkah ke depan tanpa menengok lagi ke belakang
akankah aku bisa melupakannya? 
Akankah aku bisa menghapus semua tentangnya? 
Padahal terlalu banyak kisah yang ku ukir bersamanya...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

untuknya yang disana



Memandang...
Mencuri-curi pandang darimu, dan memandangimu dari kejauhan, apakah selamanya seperti itu? Dan apakah selamanya aku bisa memandangmu?
Entahlah, sampai saat ini tak pernah ada keberanian yang muncul dalam diriku, sampai saat ini yang bisa ku lakukan hanya diam dan diam, dan berandai-andai membayangkanmu saja.
Semua berawal ketika aku mulai mengenalmu, entah aku yang ke-GR an atau memang hatiku yang terlalu peka sehingga beranggapan kalau kau memang menyukaiku, entah sampai kapan aku harus menunggu sampai kau nyatakan cintamu, ataukah aku tlah salah menilamu dan sampai kapanpun kau memang tak akan pernah menyatakan cintamu itu kepadaku, karna memang kau tak pernah menyukaiku, akan ku tunggu bagaimana hasil akhirnya.
Cinta...
Mungkin itulah yang ku rasakan terhadapmu, aku memang saat ini sedang jatuh cinta padamu, kau memang bukanlah pria pertama yang membuatku jatuh cinta, tapi kau pria pertama yang benar-benar membuatku merasakan cinta yang berbeda dengan cintaku pada pria-pria sebelumnya, entah apa yang kau perbuat kepadaku tapi itulah yang aku rasakan.
Sejak pertama kali aku bertemu denganmu sedikitpun tak ku rasakan cinta, bahkan rasa suka ataupun kagum tak pernah ada, tapi semakin berlalunya hari aku semakin merasa ada sesuatu yang aneh yang terjadi padaku, setiap kali aku jauh darimu aku selalu merindukanmu, setiap kali aku bertemu pria lain aku selalu memikirkanmu dan teringat padamu.
Tapi ada hal yang aneh yang terjadi padaku, aku selalu ingin bertemu denganmu tapi aku tak pernah bisa dan mampu untuk tetap terus menatapmu, dan lama berada di dekatmu, aku selalu menghindar ketika kau berusaha untuk mendekatiku, entah kenapa, tapi diri ini selalu seperti itu,, merasa kurang percaya diri ketika kau berada di dekatku, padahal yang sebenarnya hati ini ingin sekali berada di sampingmu.
Lelah...
Aku memang pernah merasa lelah dan menyerah, tapi setiap kali rasa lelah itu datang dan menghampiriku, kau selalu menghapus rasa lelah itu, dan membuatku merasa kembali dan bersabar menunggumu lagi dan lagi...
Aku...
Aku selalu merasa cemburu ketika aku meliahat kau berada di antara wanita-wanita lain, rasanya aku ingin sekali memarahimu dan menjauhkanmu dari mereka, begitupun ketika aku aku mendengar seseorang membicarakan kedekatanmu dengan wanita lain, hati ini benar-benar sakit, remuk seperti serpihan kaca, tapi... aku selalu menganggap bahwa itu hanya gosip belaka dan aku tetap percaya dengan rasa ini, semoga kau juga merasakan hal yang sama, dan bersikap seperti yang ku lakukan.
Aku memang tak punya keberanian untuk mengatakannya padamu, dan hanya ini yang bisa ku lakukan, aku hanya bisa menulisnya, bahkan sahabat-sahabatku yang lain tak ada yang tahu, hanya salah satu sahabatku saja yang tahu, semoga suatu saat kau membacanya meskipun aku tak menuliskan namamu di sini tapi semoga kau mengerti dan tahu bahwa ini semua untukmu yang disana...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS