Apakah
aku merindukannya?
Entah,
namun, sepertinya rasa ini terasa berat, dadaku rasanya sesak saat
memikirkannya, air mataku juga akan
mengalir saat membayangkan sosoknya, dan saat mengingat luka yang ia buat, luka
itu akan semakin menganga dan memberi rasa sakit yang teramat.
Satu
hal lagi, aku ingin melihat sosoknya, tidak, aku ingin melihat senyumnya,
apalagi saat senyum itu hanya tertuju untukku. Juga suara lembutnya yang begitu
menyentuh kalbuku, aku rindu semua tentangnya.
Sungguh
aku sangat menginginkan itu, tapi... apalah daya, aku tak bisa berbuat apa-apa,
keberadaanya saat ini pun aku tak tahu, apakah dia sedang tidur nyenyak? Apakah
dia sedang membaca bukunya? Apakah dia sedang bekerja, atau apakah dia sedang
bersama wanita lain?, aku tak pernah tahu itu.
Rasanya
tidak akan pernah mungkin aku bisa melihatnya lagi dan melepas rasa rindu ini,
dulu saat masih bisa melihatnya saja, aku tak bisa melakukan apapun, diriku
terlalu pengecut untuk itu, selalu berada di zona aman tanpa mencoba tuk melangkah
keluar, bahkan saat ia mendekat menghampiri bukan kusapa lembut, namun malah
menjauh menghindar bersembunyi.
Lalu?
Akan dibawa kemana rasa rindu ini? yang semakin hari makin menyesakkan dada,
yang semakin hari makin menyiksa diri, entah, apakah hanya mengintip fotonya di akun sosmednya?
Iya benar, hanya itu, dan itu tak akan pernah cukup, tak akan bisa menyembuhkan
rasa sesak ini, bahkan untuk membalutnya saja tak akan bisa.
Sungguh
ingin sekali aku menghampirinya, membisikkan kata-kata indah ditelinganya, dan
memeluk erat tubuhnya, tapi sayangnya aku tak memiliki keberanian sedikitpun.
Ini hanya cinta sepihak, cinta bertepuk sebelah tanganku.
Tetap
sama, acapkali aku berdiam sendiri melamun, sekelebat bayangan tentangnya
memenuhi otakku, menari-nari seolah tanpa beban, dan mengganggu tidur
nyenyakku.
Duh!
Orang itu, Bayangannya masih saja hadir dan membuat rasa sesak di dada yang
teramat sakit, bahkan tanpa dirasa butiran-butiran bening pun turut andil jatuh
perlahan membasahi pipi, apakah itu bisa disebut dengan rindu?
Entah,
meski hanya beberapa saat, bukan, satu menit, bukan, hanya satu detik. Namun itu
sukses buatku goyah.






0 komentar:
Posting Komentar