bibir yang mengembang dengan mudahnya hanya terkantup diam membisu dengan sudut bibir yang sedikit menyungging
kebahagiaan yang baru saja terasa mendalam dengan mudahnya beralih luka dan tangis
air mata yang tiada henti mengalir
hati yang berasa teriris
jiwa yang berkeinginan tuk menghilang
semangat hidup tak lagi di dapat
rasa lelah dan menyerah perlahan menutup bayangan jiwa
semua hanya karna satu pesan
satu pesan
luka
saat air mata mulai mengering
saat hati yang semakin hari semakin usang
dan saat senyuman perlahan menghilang
saat itu aku benar-banar membencimu
bahkan untuk sekedar melihat wajahmu
bukan... bahkan untuk sekedar melihat bayangmu
sungguh kebencian yang teramat
sebuah teriakan akan terdengar sangat keras
ketika kau nampak didepanku
pergi dan pergilah...
cukup untuk luka ini
masih tersisahkah?
ketulusan yang pernah ada
kasih sayang yang pernah kau berikan saat itu
benar, saat itu...
saat dimana kau selalu membasuh lukaku dengan senyummu
saat kau selalu ada disampingku membelaiku ketika air mata terjatuh dimata
saat kau mengusap air mataku
saat itu...
kini... masih adakah itu
masih ada cintamu itu
masih adakah meski hanya satu tetes
masih tersisakah?
rindu
ketika perasaan rindu menghampirimu
ketika rasa ingin bertemu mulai membayangimu
ketika air mata mulai terjatuh
tak bisakah kau menghampirinya
tak bisakah kau buang egomu untuk bisa bertemu seseorang yang kau rindu
kau pengecut...
aku tau, benar, aku tahu kau terlalu pengecut untuk menemuinya
bahkan untuk sekedar bertanya kabarnya
rasa yang masih tersisa
delapan tahun sudah tak saling bertemu, atau sekedar menyapa
terpisah jarak dan waktu
tak saling mrnghubungi dan berbagi kabar
dan Tuhan mempertemukan kita lagi setelah bertahun-tahun
aku baru menyadari bahwa rasa itu masih ada
meski hanya sedikit
akupun mulai kepo, setiap hari nengokin akun sosmedmu
bertanya kabarmu pada orang lain
mencari-cari info tentangmu
dan mencari nomor teleponmu
kau benar, karna dulu pernah ada rasa kini rasa itu tumbuh kembali
meski ku tau kau tak akan pernah tau kalau rasa itu kembali lagi
sarjana tlah ku raih
kurasa empat tahun penuh tlah terlewati
tak hanya suka duka yang dirasa
ada banyak langkah yang tak mudah tuk terlupa
ada pula banyak langkah yang sia-sia
goresan luka, tangis, hati yang teriris, air mata mengering
sebuah tawa, kebahagiaan, masa-masa sulit dan masa-masa indah semua tlah ku lalui
sebuah pengalaman hidup yang tak terlupakan
semua tlah terlalui
tempat baru, orang-orang baru, teman, musuh semua ada dan menghiasi duniaku
banyak pengetahuan yang ku dapat, banyak pengalaman-pengalaman baru yang tersimpan dalam memori
empat tahun sudah akhirnya ku raih gelar sarjana
terimakasih Ayah Ibu untuk doa, dukungan serta materi yag kalian berikan
terimakasih guru-guru yang bersedia membagikan ilmu
terimakasih sahabat-sahabat dan teman-teman serta musuh-musuhku
terimakasih untuk semuanya
semoga ilmu yang kudapat bermanfaat dan bisa mengamalkan denga baik
cinta sepihak atau bertepuk sebelah tangan
cinta sepihak ataukah bertepuk sebelah tangan?
entahlah,
awalanya mungkin cinta sepihak dan berakhir dengan cinta bertepuk sebelah tangan
jangan tanya bagaimana rasanya, sebagian dari kita juga pernah merasakannya
tak hanya tangis yang ada
semua rasa yang menyakitkan bermunculan saling menyatu dan menyakiti





