RSS

aku ingin memilikimu... bintang



Bintang... 
cahayamu membuat banyak orang mengagumimu, banyak orang ingin memilikmu, kau sempurna dengan segala kesempurnaan yang kau miliki, kau indah dengan segala keindahan yang menghiasimu, kau bersinar dengan cahaya yang selalu terpancar dari balik keindahan dan kesempurnaanmu...
Bintang... 
aku iri padamu, aku iri dengan semua yang kau miliki, karna segala yang kau miliki tak pernah aku miliki, dan akupun tak pernah bisa memilikimu.
Bintang... 
bisakah sekali saja kau membagiku dengan apa yang ada pada dirimu? Termasuk cahaya indah yang kau miliki, bisakah bintang? Hanya seberkas, hanya sehari dan tak lebih, kau tahu bintang... cahayamu mengandung magnet yang membuat banyak orang jatuh hati padamu, cahayamu memberi kenyamanan hati dan jiwa banyak orang, cahayamu pula memberi kenikmatan untuk mata tetap memandang.
Bintang... 
apakah aku menyukaimu? Entahlah, tapi setiap kali aku bersedih hati, tak tau kenapa ada sesuatu yang menarikku keluar rumah, dan berteduh di bawah langit malam yang penuh dengan kerlipan cahayamu, aku memandangmu, menatapmu, dan tersenyum padamu, meski kau tak pernah membalas tatapan dan senyum yang sama kepadaku.
Bintang... 
mungkin saat itu kau hanya menjadi penghibur hatiku di kala sedih, atau mungkin aku hanya iri dengan cahaya yang kau miliki, atau mungkin pula hasrat bosan yang sedang menimpaku membuat tubuh ini tertarik untuk menatapmu dan membuang rasa bosan dengan memandangmu.
Entahlah! Aku tak tahu.
Yang jelas aku ingin memilikimu... bintang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

menatap langit




Langit... 
kau tak berujung kaupun tak beratap, kau hanya hamparan luas, tapi kau memiliki warna yang tak konsisten, kadang kau berwarna biru, kadang pula kau berwarna putih dan saat mendung kau berwarna hitam pekat.
Langit... 
kau indah, indah dengan semua yang kau miliki, sempuran dengan apa yang kau miliki, dan kau sempurna apa adanya, meski hanya seperti hamparan tapi pada dirimu ku temukan mimpi-mimpiku, mimpi-mimpi yang suatu saat nanti mimpi itu bukan sekedar mimpi.
Langit... bolehkah  aku melukis mimpi-mimpiku pada dirimu? Gumpalan-gumpalan awan putih yang kau miliki membantuku melukis dan membentuk bayangan-bayangan yang memenuhi fikiranku. Jari-jariku seolah mengukir pena pada gumpalan-gumpalan itu, dan membentuk hal yang terindah yang belum dan akan menjadi nyata.
Langit... 
aku tak pernah jemu memandangmu, meski terkadang sengatan matahari menusuk-nusuk kulitku dan membuat mataku terasa perih, tapi langit... aku tak pernah mengerti kenapa kau menangis dan menumpahkan semua air matamu hingga membasahi tubuhku, kau tahu langit... air matamu itu begitu sakit untukku. Rasa sakit itu seperti ribuan semut menempel dan menggigit tubuhku.
Langit... 
aku tak tahu kenapa aku menyukai dan menikmatimu ketika kau merubah dirimu menjadi hitam pekat, dan meneteskan air mata, air mata yang tenang yang membuat hati, jiwa dan perasaanku berangsur tenang di buatmu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

kisah Any



Rasa gelisa, rasa bahagia, dan perasaan senang, semuanya bercampur aduk mengalir di dalam hatiku, itulah yang aku rasakan saat pertama kali aku melihatmu.
Aku dan dia petama kali dipertemukan  ketika kami masih menjadi mahasiswa baru di salah satu universitas. Dan pertemuan saat itu membuat aku sampai saat ini tak bisa melupakannya, meski pertama kali aku melihatnya, tapi bagiku dia terlihat begitu sempurna,dengan penempilannya yang sederhana dengan balutan pakaian yang sederhana pula membuatnya terlihat sempurna apa adanya. Semua yang terlihat pada dirinya bagiku semuanya sempurna. Banyak orang mengatakan kalau cinta pada pandangan pertama itu tak pernah terjadi tapi itulah yang saat ini aku rasakan, aku jatuh cinta padanya pada pandangan pertama.
Hari-hari berlalu tapi bayangannya selalu mengikutiku, aku tak mengerti apa yang harus ku lakukan tapi bayangan itu membuatku terganggu, aku bahkan tak pernah bisa tidur nyeyak karnannya, bahkan dalam mimpipun ia hadir dan mengisi setiap tidurku, semua pikiranku semua waktuku tesita olehnya, oleh bayangan-bayangannya yang tak pernah absen mengisi hari-hariku.
Pernah ku coba untuk melupakannya, menghapus bayangannya, menghapus semua tentangya, tapi yang aku lakukan tak pernah berhasil, semua yang coba ku lakukan itu malah membuatku tergila-gila olehnya, ketika semua itu ku lakukan, rasa rindu yang mendalam  tumbuh dalam hatiku, mengisi hari-hariku, dan membuatku semakin menggilainya.
***
“Any..., kau kenapa? Bengong ya?” suara sahabatku mengagetkanku dari lamunanku.
Any, itulah namaku, aku adalah perempuan berkrudung, perempuan sederhana dengan penampilan dan balutan pakaian yang sesederhana pula, sahabatku bilang, aku baik, pandai dan rajin beribadah, senyumku selalu merekah setiap kali berjumpa dengan orang yang aku kenal, meski terkadang senyumku tak selalu sejalan dengan hatiku yang kadang kala terluka, terluka oleh pisau yang begitu tajam. Dengan paras yang sederhana dan penampilan yang sederhana membuatku terlihat sempurna apa adanya.
“ An..., kau bengong lagi ya??.., kenapa?? Bagi dong ceritanya..” lagi-lagi suara sahabatku mengagetkanku.
“An.., bagi ceritanya dong.., jangan di simpan sendiri.., nanti busuk..”  tambahnya.
“ Aku lagi jatuh cinta Cha..” jawabku dengan nada berbisik.
“ Oh ya?? Dengan siapa? Kapan kamu jatuh cintanya? Kok kamu gak cerita-cerita? Trus kamu ketemu dia dimana? Oh ya! Anak mana?” tanya Icha, yang selalu penuh dengan seribu pertanyaan.
Icha Aiezza, itulah namanya, gadis imut, periang, cerewet, sok imut yang kadang sifatnya kayak anak kecil, dan banyak bertanya, selalu saja ada yang di tanyakan setiap kali ada hal baru yang tak ia ketahui, dan dia juga yang selalu bisa membuatku tertawa dengan tingkah-tingkahnya yang kadang aneh dan konyol, mungkin kalau dari luar ia terlihat pendiam tapi kalau sudah berkumpul dengan teman-teman akrabnya, jangan tanya lagi, bawelnya minta ampun, dia juga puitis, dan punya hobby menulis, katanya sih cita-citanya pengen jadi penulis yang hebat, itulah sebabnya tiap hari dia selalu membawa setumpuk buku-buku cerpen dan novel yang ia ambil dari perpustakaan, dengan semua kelebihan dan kekurangannya itu membuat aku semakin dekat dengannya, dia adalah sahabat terbaikku yang selalu ada untukku, dan kami sering berbagi cerita, baik tentang percintaan ataupun hal-hal yang lainnya.
“ satu-satu dong nanyanya aku kan jadi bingung, kebiasaan deh lo!” sahutku.
Tak lama, aku menceritakan semuanya tentang kisahku, bagaimana aku bertemu dengannya,dan bagaiamana aku jatuh cinta pada lelaki itu, dia dengan antusias mendengarkan semuanya, dia memang pendengar yang baik, setelah tuntas ku ceritakan semuanya, dia angkat bicara memberiku materi dan metode-metode untuk mendekatinya, ia menulis semuanya, dan di dalam tulisannya itu, banyak sekali hal yang harus ku lakukan, katanya sih akan sukses, mulanya aku menolaknya, tapi dengan bujuk rayunya akhirnya aku menurutinya.
Ku buka lembaran catatan yang diberikan sahabatku “Icha”, dan ku baca dengan lantang
 “ 23 cara menggaet cinta ala Icha Aiezza.., yang bener aja? Banyak bingit..”
“ duh! Gak usah banyak tanya deh! Udah.., kerjain aja.., kan demi kebahagian lo!” jawabnya.
“tapi ini banyak benget Cha..”
“ sudahlah.., serahkan saja semuanya padaku..” jawab Icha dengan gayanya yang sok.
Ku baca catatan itu satu persatu, dan pada pada bagian yang terakhir yang aku baca, aku teriak.
“ apaa...?? apaan ini? Eh Cha gak mau aku.., masak aku yang nembak dia? Aku kan cewek..”
“ ya ampun An..., itu kan yang terakhir, kalo cara-cara PDKT nya berjalan mulus kan gak bakalan glakuin yang terakhir.., udah deh.., posting aje.., positive thinking!” bantahnya.
“lagian hari gini.., peduli amat siapa yang nembak duluan!” lanjutnya.

bersambung.....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

mengamati hujan



Hujan...
saat ini kau turun dan mengguyur tubuhku
kau tau..
karna kau hujan, ada banyak hal yang kembali muncul dan terkuak dalam bayangan mataku dan dalam fikiranku, semua memori-memori yang dulu pernah ada kini seolah terputar kembali, semua kenangan yang mungkin sudah terlupakan kini kembali hadir menyusuri jiwaku, mengalir bersama darahku, mengikuti setiap tarikan nafasku, dan menyatu bersama fikiranku.
Hujan...
kau hadir semaumu,dan kau tak pernah peduli sebab akibat saat kau menjatuhkan butiran-butiran air ke bumi ini.
Hujan...
saat ku perhatikan setiap tetesanmu, saat itu aku merasa butiran-butiran air itu jatuh dan meresap dalam relung jiwaku, tapi hujan.., aroma dingin yang kau hasilkan membuat tubuhku tak bisa bertahan lama untuk tetap bisa menikmati sentuhan lembut tetesan air yang kau hasilkan.
Hujan...
saat ku menikmati setiap tetesanmu, aku merasa diriku ini menjadi salah satu bagian darimu, aku merasa diriku menyatu bersamamu. Mengalir dari berbagai sudut dan bersatu dalam satu titik. Dan hujan..., aku ingin menjadi salah satu bagian darimu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS