Bintang...
cahayamu membuat banyak orang mengagumimu, banyak orang ingin memilikmu, kau sempurna dengan segala kesempurnaan yang kau miliki, kau indah dengan segala keindahan yang menghiasimu, kau bersinar dengan cahaya yang selalu terpancar dari balik keindahan dan kesempurnaanmu...
cahayamu membuat banyak orang mengagumimu, banyak orang ingin memilikmu, kau sempurna dengan segala kesempurnaan yang kau miliki, kau indah dengan segala keindahan yang menghiasimu, kau bersinar dengan cahaya yang selalu terpancar dari balik keindahan dan kesempurnaanmu...
Bintang...
aku iri padamu, aku iri dengan semua yang kau miliki, karna segala yang kau miliki tak pernah aku miliki, dan akupun tak pernah bisa memilikimu.
aku iri padamu, aku iri dengan semua yang kau miliki, karna segala yang kau miliki tak pernah aku miliki, dan akupun tak pernah bisa memilikimu.
Bintang...
bisakah sekali saja kau membagiku dengan apa yang ada pada dirimu? Termasuk cahaya indah yang kau miliki, bisakah bintang? Hanya seberkas, hanya sehari dan tak lebih, kau tahu bintang... cahayamu mengandung magnet yang membuat banyak orang jatuh hati padamu, cahayamu memberi kenyamanan hati dan jiwa banyak orang, cahayamu pula memberi kenikmatan untuk mata tetap memandang.
bisakah sekali saja kau membagiku dengan apa yang ada pada dirimu? Termasuk cahaya indah yang kau miliki, bisakah bintang? Hanya seberkas, hanya sehari dan tak lebih, kau tahu bintang... cahayamu mengandung magnet yang membuat banyak orang jatuh hati padamu, cahayamu memberi kenyamanan hati dan jiwa banyak orang, cahayamu pula memberi kenikmatan untuk mata tetap memandang.
Bintang...
apakah aku menyukaimu? Entahlah, tapi setiap kali aku bersedih hati, tak tau kenapa ada sesuatu yang menarikku keluar rumah, dan berteduh di bawah langit malam yang penuh dengan kerlipan cahayamu, aku memandangmu, menatapmu, dan tersenyum padamu, meski kau tak pernah membalas tatapan dan senyum yang sama kepadaku.
apakah aku menyukaimu? Entahlah, tapi setiap kali aku bersedih hati, tak tau kenapa ada sesuatu yang menarikku keluar rumah, dan berteduh di bawah langit malam yang penuh dengan kerlipan cahayamu, aku memandangmu, menatapmu, dan tersenyum padamu, meski kau tak pernah membalas tatapan dan senyum yang sama kepadaku.
Bintang...
mungkin saat itu kau hanya menjadi penghibur hatiku di kala sedih, atau mungkin aku hanya iri dengan cahaya yang kau miliki, atau mungkin pula hasrat bosan yang sedang menimpaku membuat tubuh ini tertarik untuk menatapmu dan membuang rasa bosan dengan memandangmu.
mungkin saat itu kau hanya menjadi penghibur hatiku di kala sedih, atau mungkin aku hanya iri dengan cahaya yang kau miliki, atau mungkin pula hasrat bosan yang sedang menimpaku membuat tubuh ini tertarik untuk menatapmu dan membuang rasa bosan dengan memandangmu.
Entahlah!
Aku tak tahu.
Yang
jelas aku ingin memilikimu... bintang.






0 komentar:
Posting Komentar