Rasa
gelisa, rasa bahagia, dan perasaan senang, semuanya bercampur aduk mengalir di
dalam hatiku, itulah yang aku rasakan saat pertama kali aku melihatmu.
Aku
dan dia petama kali dipertemukan ketika
kami masih menjadi mahasiswa baru di salah satu universitas. Dan pertemuan saat
itu membuat aku sampai saat ini tak bisa melupakannya, meski pertama kali aku
melihatnya, tapi bagiku dia terlihat begitu sempurna,dengan penempilannya yang
sederhana dengan balutan pakaian yang sederhana pula membuatnya terlihat sempurna
apa adanya. Semua yang terlihat pada dirinya bagiku semuanya sempurna. Banyak
orang mengatakan kalau cinta pada pandangan pertama itu tak pernah terjadi tapi
itulah yang saat ini aku rasakan, aku jatuh cinta padanya pada pandangan
pertama.
Hari-hari
berlalu tapi bayangannya selalu mengikutiku, aku tak mengerti apa yang harus ku
lakukan tapi bayangan itu membuatku terganggu, aku bahkan tak pernah bisa tidur
nyeyak karnannya, bahkan dalam mimpipun ia hadir dan mengisi setiap tidurku,
semua pikiranku semua waktuku tesita olehnya, oleh bayangan-bayangannya yang tak
pernah absen mengisi hari-hariku.
Pernah
ku coba untuk melupakannya, menghapus bayangannya, menghapus semua tentangya,
tapi yang aku lakukan tak pernah berhasil, semua yang coba ku lakukan itu malah
membuatku tergila-gila olehnya, ketika semua itu ku lakukan, rasa rindu yang
mendalam tumbuh dalam hatiku, mengisi
hari-hariku, dan membuatku semakin menggilainya.
***
“Any...,
kau kenapa? Bengong ya?” suara sahabatku mengagetkanku dari lamunanku.
Any,
itulah namaku, aku adalah perempuan berkrudung, perempuan sederhana dengan
penampilan dan balutan pakaian yang sesederhana pula, sahabatku bilang, aku
baik, pandai dan rajin beribadah, senyumku selalu merekah setiap kali berjumpa
dengan orang yang aku kenal, meski terkadang senyumku tak selalu sejalan dengan
hatiku yang kadang kala terluka, terluka oleh pisau yang begitu tajam. Dengan
paras yang sederhana dan penampilan yang sederhana membuatku terlihat sempurna
apa adanya.
“
An..., kau bengong lagi ya??.., kenapa?? Bagi dong ceritanya..” lagi-lagi suara
sahabatku mengagetkanku.
“An..,
bagi ceritanya dong.., jangan di simpan sendiri.., nanti busuk..” tambahnya.
“
Aku lagi jatuh cinta Cha..” jawabku dengan nada berbisik.
“
Oh ya?? Dengan siapa? Kapan kamu jatuh cintanya? Kok kamu gak cerita-cerita?
Trus kamu ketemu dia dimana? Oh ya! Anak mana?” tanya Icha, yang selalu penuh
dengan seribu pertanyaan.
Icha
Aiezza, itulah namanya, gadis imut, periang, cerewet, sok imut yang kadang
sifatnya kayak anak kecil, dan banyak bertanya, selalu saja ada yang di
tanyakan setiap kali ada hal baru yang tak ia ketahui, dan dia juga yang selalu
bisa membuatku tertawa dengan tingkah-tingkahnya yang kadang aneh dan konyol,
mungkin kalau dari luar ia terlihat pendiam tapi kalau sudah berkumpul dengan
teman-teman akrabnya, jangan tanya lagi, bawelnya minta ampun, dia juga puitis,
dan punya hobby menulis, katanya sih cita-citanya pengen jadi penulis yang
hebat, itulah sebabnya tiap hari dia selalu membawa setumpuk buku-buku cerpen
dan novel yang ia ambil dari perpustakaan, dengan semua kelebihan dan
kekurangannya itu membuat aku semakin dekat dengannya, dia adalah sahabat
terbaikku yang selalu ada untukku, dan kami sering berbagi cerita, baik tentang
percintaan ataupun hal-hal yang lainnya.
“
satu-satu dong nanyanya aku kan jadi bingung, kebiasaan deh lo!” sahutku.
Tak
lama, aku menceritakan semuanya tentang kisahku, bagaimana aku bertemu
dengannya,dan bagaiamana aku jatuh cinta pada lelaki itu, dia dengan antusias
mendengarkan semuanya, dia memang pendengar yang baik, setelah tuntas ku
ceritakan semuanya, dia angkat bicara memberiku materi dan metode-metode untuk
mendekatinya, ia menulis semuanya, dan di dalam tulisannya itu, banyak sekali hal
yang harus ku lakukan, katanya sih akan sukses, mulanya aku menolaknya, tapi
dengan bujuk rayunya akhirnya aku menurutinya.
Ku
buka lembaran catatan yang diberikan sahabatku “Icha”, dan ku baca dengan
lantang
“ 23 cara menggaet cinta ala Icha Aiezza..,
yang bener aja? Banyak bingit..”
“
duh! Gak usah banyak tanya deh! Udah.., kerjain aja.., kan demi kebahagian lo!”
jawabnya.
“tapi
ini banyak benget Cha..”
“
sudahlah.., serahkan saja semuanya padaku..” jawab Icha dengan gayanya yang
sok.
Ku
baca catatan itu satu persatu, dan pada pada bagian yang terakhir yang aku baca,
aku teriak.
“
apaa...?? apaan ini? Eh Cha gak mau aku.., masak aku yang nembak dia? Aku kan
cewek..”
“
ya ampun An..., itu kan yang terakhir, kalo cara-cara PDKT nya berjalan mulus
kan gak bakalan glakuin yang terakhir.., udah deh.., posting aje.., positive
thinking!” bantahnya.
“lagian
hari gini.., peduli amat siapa yang nembak duluan!” lanjutnya.
bersambung.....






0 komentar:
Posting Komentar