suaranya yang lembut membuat banyak orang ingin kembali mendengarkan suaranya lagi dan lagi
tutur katanya yang santun bahkan membuatku terharu mendengarnya
dan tak hanya aku, semua yang berada di sampingnyapun merasakan hal yang sama
aku mengaguminya, sosok pria tua yang masih bekerja keras, tak kenal panas ataupun hujan, meski fisiknya yang tak lagi mendukungnya, rapuh, kering karna termakan usia, dan yang setiap harinya ku cium aroma balsem menempel pada kulitnya yang berkerut.
Pakdhe...
itulah sebutan nama untuknya, yang ku buat bersama teman-temanku, entahlah, ku rasa itu panggilan yang pas untuknya, kami tak mengenal dekat, bahkan namanyapun kami tak tahu, hanya saja kami sering bertemu dengannya, sebatas membeli makanan darinya. tapi sosoknya membuat banyak orang menghormatinya.
aku tak pernah menemukan kesedihan diwajahnya, dan yang selalu ku dapati hanya senyuman manis di wajahnya, tak ada yang tahu, dibalik senyuman itu ada beban berat yang mengganggu fikirannya, malam ini aku bertemu lagi dengannya, masih tetap sama, senyuman manis menyapa, dan tutur kata yang lembut mengiringi. dengan penampilan sederhana dan tak lupa peci putih yang selalu menempel di kepalanya sebagai penghias penampilannya.
Pakdhe..., kau adalah salah satu penyemangat untukku, pembuang rasa sedih dan keputusasaku, dan kau pula membuatku selalu mengsyukuri apa yang aku miliki
mengenal sosok Pakdhe lebih dekat
04.46 |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar